






| Varietas Baru Manusia |
|
|
|
| Written by Aripin Tambunan | ||||||||||
| Wednesday, 16 September 2009 | ||||||||||
Page 3 of 8 Ciri-ciri Varietas Baru Ciri-ciri varietas baru ini, akan ditinjau dari beberapa hal yang mengalami perubahan di dalam diri manusia, yang akan menuju kesempurnaannya, yaitu: Tidak Memiliki Hati Nurani Manusia ketika dicipta pastilah memiliki hati nurani, hati nurani ini niscaya berfungsi untuk memberikan pencerahan sehingga manusia mengerti mana yang baik dan mana yang jahat. Dalam bahasa Arab, nur artinya cahaya, jadi hati nurani, berarti hati yang memiliki cahaya agar dapat secara langsung membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Kata hati nurani, sebenarnya datang dari bahasa Latin yakni, consciencia, yang turun ke dalam bahasa Inggris menjadi, conscience, yang artinya adalah, mengetahui bersama-sama. Artinya, hati nurani manusia itu turut mengetahui apa yang dilakukan oleh manusia tersebut. Karena ia berfungsi memberikan pencerahan, maka ketika manusia itu melakukan yang jahat, hati nurani itu akan berkata-kata mengungkapkan keberatan-keberatannya atas tindakan manusia tersebut. Pada varietas baru ini, mereka tidak lagi memiliki hati nurani. Mereka mengganggap hati nurani membuat manusia menjadi lemah, gamang bertindak, dan akan menghambat kemajuan peradaban manusia, baik secara teknologi maupun moral. Itu sebabnya mereka berusaha membunuh hati nurani tersebut dengan cara rasional instrumental. Rasional Instrumental Varietas baru ini, mempergunakan rasional instrumental sebagai alat pembunuh hati nurani. Agar hati nuraninya tidak berkata-kata ketika ia berbuat yang jahat, maka ia membuat alasan rasionalnya. Alasan rasional inilah yang dapat mendiamkan hati nurani tersebut, sehingga mensyahkan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hati nurani. Perilaku-perilaku ini dapat kita lihat di dalam masyarakat. Misalnya, kawin kontrak, kawin kontrak ini di sahkan dengan alasan rasionalnya adalah, dari pada terlantar dan miskin, maka lebih baik kawin kontrak karena akan diberikan rumah dan uang. Secara rasional instrumental ini benar, tetapi bagaimana secara hati nurani? Siapakah manusia yang ingin dijadikan seperti benda atau barang produksi. Atau hati nurani orang-tua manakah, yang rela anaknya hidup ala kawin kontrak? Empiris Varietas baru ini, berdiri pada paham empirisme. Bagi mereka pengetahuan datang dari persepsi indrawi. Artinya, pengalaman merupakan sumber pengetahuan. Karena paham yang demikian, maka mereka tidak dapat menerima ide tentang Tuhan. Sebab Tuhan tidak dapat ditangkap secara pengalaman indra manusia. Hal ini membuat mereka, tidak memiliki Tuhan atau tidak memiliki iman kepada Tuhan. Itu sebabnya segala sesuatunya yang mereka lakukan, tidak boleh disangkut pautkan dengan Tuhan. Apakah itu mengenai, etika, moral, estetika, epistemologi, dan pekerjaan, semua itu harus diukur berdasarkan pada peninggian kebebasan mereka sebagai varietas baru. |
||||||||||
| Last Updated ( Friday, 04 December 2009 ) | ||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|