






| Varietas Baru Manusia |
|
|
|
| Written by Aripin Tambunan | ||||||||||
| Wednesday, 16 September 2009 | ||||||||||
Page 2 of 8 Kelahiran Homo Ingenium Praeter Impius ini sebagai konsekuensi dari penentangan gereja terhadap pengetahuan pada abad 16-17. Gereja pada waktu itu beserta seluruh inkuisisinya, dapat melakukan kekerasan bila ada yang mencoba merubah dogma yang dipegang gereja. Itulah sebabnya, Giordano Bruno harus dibakar karena pendapatnya, Galileo harus dipenjarakan, karena pendapatnya tentang heliocentris yang menentang dogma gereja tentang geocentris. Thomas Hobbes, ia harus menyingkir ke luar Inggris bertahun-tahun lamanya, dan Spinosa dikucilkan dan bahkan pernah dilempari batu.[1] Karena keadaan gereja yang demikian pada waktu itu, maka muncullah sikap skeptis di kalangan ilmuwan. Dogma tidak lagi dipegang teguh, tetapi ilmu pengetahuan mulai berkembang tanpa dapat dikontrol oleh gereja. Descartes mengatakan bahwa segala sesuatu perlu diragukan, Thomas Hobbes, John Lock, dan David Hume, berdiri pada aliran empirismenya, dan August Comte serta J. S. Mill, pada positivisme. Lalu dimanakah gereja? Iman menjadi tertinggal, tidak lagi ditekuni, sementara pengetahuan terus berkembang, akibatnya manusia bertumbuh ke arah pengagungan pengetahuan yang berlebihan. Darwin mengatakan dalam bukunya, The Origin of Species, bahwa perubahan kebiasaan menghasilkan akibat yang diwariskan.[2] Pada saat ini, di masyarakat kota pada umumnya, telah terjadi perubahan-perubahan kebiasaan yang dimulai pada abad 17-18. Perubahan tersebut dapat terlihat mulai dari kebiasaan dalam hal tata nilai moral, struktur kemasyarakatan, sistem kekerabatan, dan religius, yang digantikan dengan paham-paham yang datang dari pendidikan modern, seperti: empirisme, nihilisme, positivisme, dan pragmatisme. Mengikuti teorinya Darwin, maka akan ada akibat yang diwariskan. Akibat yang diwariskan adalah muncul varietas baru manusia, yakni Homo Ingenium Praeter Impius atau manusia genius tapi fasik. Kata fasik harus diartikan kepada sikap hati yang tidak mau tunduk kepada Tuhan atau dalam bahasa Yunani disebut asebeo. Bagaimana gambaran varietas baru ini? Apakah mereka saat ini sudah merambah keseluruh dunia? Apakah mereka sanggup untuk bertahan di dunia ini, jika dipakai teori seleksi alam? Dan pertanyaan terakhir adalah, apakah mereka akan memusnahkan manusia sebagai induk dari mana mereka terbelah, ataukah mereka akan membuatnya di museum sebagai tontonan bagi keturunan mereka? Dan di sana akan dituliskan, ”inilah varietas pertama kita, mereka lemah karena memiliki hati nurani, bodoh karena memiliki religiusitas wahyu, dan kita adalah varietas manusia unggul, Homo Ingenium Praeter Impius.” |
||||||||||
| Last Updated ( Friday, 04 December 2009 ) | ||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|