Renungan | Curhat |
|
|
|
| Written by Aripin Tambunan | ||||||
| Tuesday, 15 September 2009 | ||||||
Page 1 of 4 Curhat Mazmur 142: 3 “Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya” Bila seseorang ada dalam kesusahan, seringkali mencari tempat curhat kepada orang-orang tertentu, misalnya, orangtua, teman akrab, atau pergi ke tempat-tempat konseling. Sebenarnya curhat ke orang-orang tersebut tidaklah salah, namun kita harus mengerti mereka terbatas. Terbatas dalam menolong, dalam waktu, dalam pikiran dan pengetahuan. Jika demikian, harus bagaimanakah kita? Haruskah kita putus asa, kehilangan harapan? Stop…..! Tentu tidak? Marilah kita lihat pengalaman Daud, Daud ada dalam kesusahan yang besar, ia sebenarnya memiliki penasehat-penasehat, memiliki teman atau orang-orang dekat disekelilingnya. Namun pertama-tama ia datang untuk curhat kepada Tuhan. Ia mengeluarkan seluruh keluh kesahnya pada Tuhan. Mengapa ia lakukan hal ini? Karena ia bergaul akrab dengan Tuhan, ia tahu persis kalau Tuhan dapat diandalkan dan akan menolongnya. Ia tahu persis kalau Tuhan itu setia dengan janji-janji-Nya. Tuhan-lah konselor yang baik baginya. Bagaimana dengan kita? |
||||||
| Last Updated ( Sunday, 27 September 2009 ) | ||||||
| Next > |
|---|