| Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo |
|
|
|
| Written by Aripin Tambunan | ||||||||||||||||||
| Wednesday, 13 January 2010 | ||||||||||||||||||
Page 9 of 16
Semua keahlian, pengertian dan pengetahuan tersebut berasal dari Roh Allah, yang Tuhan tanamkan di dalam diri mereka untuk dapat melakukan pekerjaan yang baik. Dengan demikian, kejeniusan manusia baru ini, merupakan kejeniusan yang datang melalui karunia dari Tuhan; tetapi dapat diturunkan kepada yang lain melalui pengajaran/ pendidikan. Supra rasio yang dimiliki varietas ini berfungsi untuk menangkap hal-hal yang melampaui rasio atau pemikirannya, seperti: Tuhan, sorga, dan yang berunsur metafisika. Namun dalam berkehidupan kedua kategori rasio ini harus dijalankan sesuai fungsi masing-masing, tidak ada yang lebih unggul satu dari yang lain; keduanya sejajar. Jika hanya salah satu saja yang dijalankan, maka akan timbul kepinjangan atau akan terjadi kekacauan pemikiran; terjadi juga pemikiran yang terkotak-kotak sebab lebih mengunggulkan yang satu dari pada yang lain. Akibatnya, antara rasio dan supra rasio akan saling meniadakan, saling mengganggap lebih superior diantara rasio dan supra rasio. Misalnya, rasio akan mengganggap lebih superior dari supra rasio, karena pemikiran supra rasio tidak dapat diterima. Dan supra rasio akan mengganggap pemikirannya lebih superior dari pemikiran rasio, karena rasio tidak dapat digunakan untuk menangkap hal-hal yang melampaui rasio. Memiliki Religiusitas Wahyu Manusia baru ini memiliki religiusitas wahyu, artinya mereka percaya kepada Allah melalui wahyu Allah yang tertulis yakni Alkitab. Segala sesuatu yang mereka lakukan, diukurkan berdasarkan wahyu Allah tersebut. Apakah itu tingkah laku, moral, pekerjaan, ilmu pengetahuan, kebebasan, epistemologi, etika, estetika, dan hubungan-hubungan kemasyarakatan. Oleh karena semua itu diukurkan berdasarkan Alkitab sebagai wahyu Allah, maka mereka merupakan kumpulan orang-orang genius yang dapat menafsirkan wahyu tersebut berdasarkan metoda-metoda penafsiran yang ketat dan kritis, dengan pertolongan Roh Kudus. |
||||||||||||||||||
| Last Updated ( Tuesday, 24 August 2010 ) | ||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|