| Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo |
|
|
|
| Written by Aripin Tambunan | ||||||||||||||||||
| Wednesday, 13 January 2010 | ||||||||||||||||||
Page 8 of 16 Rasio yang dimiliki oleh varietas baru ini adalah rasio yang diubahkan kepada potensi yang semula, sebagai konsekuensi dari ciptaan baru. Potensi rasio manusia dari semula dapat terlihat dari penciptaan manusia pertama. Allah menciptakan manusia segambar dengan Allah (in the image of God). In the image of God atau צלם (tselem) artinya adalah representatif figur Allah (hence a representative figure) di dunia. Karena manusia merupakan representatif Allah di dunia, maka rasio atau akal budi manusia seharusnya mencitrakan pemikiran Allah. Rasio yang dimaksud di sini adalah Rasio atau nous (Yun), yang menurut Guthrie, dituliskan paulus dalam pemikiran Ibrani, tidak dalam pemikiran Yunani, sehingga nous harus dilihat dalam artian manusia yang utuh yang berakal budi, yang dapat berpikir.[27] Itulah sebabnya akal budi/ pikiran tidak dapat dilihat sebagai sesuatu yang melebihi bagian lain dari manusia seperti Yunani melihat pikiran.[28] Dalam pemahaman Paulus pikiran itu merupakan kegiatan mental manusia secara keseluruhan, dan bukan hanya perenungan. Dengan demikian, maka rasio manusia harusnya sangat cerdas dan genius, jika tidak demikian, maka tentu ia tidak dapat menjadi wakil Allah di dunia ini. Manusia merupakan wakil Allah di dunia ini, sebagai wakil Allah manusia diberi mandat budaya, ” Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Berhubung dengan mandat budaya tersebut Tuhan memperlengkapi manusia dengan beberapa keahlian, sehingga ada manusia yang ahli dibidangnya. Hal ini dapat terlihat pada Keluaran 28:3, ’haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, ...’ Bukan hanya keahlian, tetapi Tuhan juga memberikan ‘pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan (Keluaran 31:3). Karena itu kita dapat melihat keahlian yang diberikan Tuhan kepada manusia, sebagai berikut: |
||||||||||||||||||
| Last Updated ( Tuesday, 24 August 2010 ) | ||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|