






| Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo |
|
|
|
| Written by Aripin Tambunan | ||||||||||||||||||
| Wednesday, 13 January 2010 | ||||||||||||||||||
Page 3 of 16
Ciri-ciri Varietas Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo Ciri-ciri varietas baru ini, akan ditinjau dari beberapa hal yang mengalami perubahan di dalam diri manusia ketika dicipta ulang in righteousness and true holiness, yang berproses menuju kepada kesempurnaannya, yaitu: Memiliki Hukum Mereka memiliki hati nurani sebagai tempat tertulisnya hukum. Hati nurani yakni ‘Suneidhesis’ (Suneidhsis, Yunani), atau ‘consciencia’ (Latin) atau ‘conscience’ (Inggris), yang terdiri dari dua suku kata, yakni ‘con’ dan ‘science’; di mana ‘con’ artinya bersama-sama dan ‘science’ artinya, pengetahuan. Berarti hati nurani adalah mengetahui bersama-sama. Karena sifat hati nurani yang demikian, maka hati nurani tersebut membuat mereka bertindak, berperilaku, bekerja, dan hidup, dalam kehati-hatian dan takut akan Tuhan. Akibatnya, hukum mereka jalankan, bukan karena hukum itu ada tertulis di atas kertas sebagai acuan, tetapi karena hukum itu tertulis di dalam hati nurani mereka yang tidak dapat mereka belokkan, permainkan, dan diabu-abukan karena sifat hati nurani yang tidak dapat didustai, ditipu dan diabu-abukan. Karena itu, varietas baru ini memiliki keadilan yang benar. Keadilan yang benar tersebut merupakan karakternya. Hal ini sesuai dengan perintah yang diberikan kepada manusia baru tersebut yang terdapat pada Efesus 6: 14, ’ Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan. Itulah sebabnya kebahagiaan mereka yang tertinggi adalah ketika berpegang pada hukum dan melakukan keadilan disegala waktu (Maz 106: 3). Bagaimana mereka memperolehnya? Apakah keadilan tersebut langsung ada di dalam hati mereka? Atau harus bagaimanakah mereka agar dapat melakukan keadilan? Ulangan 16: 20, menjelaskannya; mereka dalam segala perilakunya dan perbuatannya harus melakukannya semata-mata tertuju kepada keadilan atau dengan kata lain, pakaian kebenaran dan keadilan menutupi mereka seperti jubah dan serban (Ayub 29: 14). Akhirnya, Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi mereka (Amsal 21: 15). |
||||||||||||||||||
| Last Updated ( Tuesday, 24 August 2010 ) | ||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|