• www.inti-edu.net
  • www.inti-edu.net
  • www.inti-edu.net
  • www.inti-edu.net
  • www.inti-edu.net
  • www.inti-edu.net
  • www.inti-edu.net

Waktu Hari ini

Statistics

OS: Linux m
PHP: 5.2.9
MySQL: 5.0.92-community-log
Time: 14:11
Caching: Disabled
GZIP: Enabled
Members: 56
News: 151
Web Links: 9
Visitors: 56529

Syndicate

H o m e

Perkuliahan Christian Leadership Dimulai Tanggal 20 Januari 2012
Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo PDF Print E-mail
Written by Aripin Tambunan   
Wednesday, 13 January 2010
Article Index
Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16

Pembinaan

Setelah seseorang masuk dalam komunitas sosial yang baru tersebut, ia harus terus bertumbuh, berproses ke arah perubahan yang lebih lagi. Yang dapat dikatakan ke arah perubahan menjadi segambar dan serupa dengan Kristus sebagai pemimpin mereka. Untuk itu, varietas ini harus diberi pelajaran-pelajaran tentang segala sesuatu yang telah diajarkan Yesus. Pelajaran ini bukan hanya menyangkut pengetahuan (teori), tetapi harus sampai pada tahap melakukan (praktek) dalam berkehidupan seperti, ekonomi, keluarga, kesehatan, ibadah, etika, bekerja, dll. Jadi akibat dari pengetahuan tentang segala kebenaran-kebenaran yang telah diajarkan kepadanya, maka akan mempengaruhi tingkah lakunya dan pola hidupnya yang lebih mencerminkan kehidupan Kristus.

Orang-orang yang telah dimuridkan hendaklah mensosialisasikan kehidupannya ditengah-tengah masyarakat. Mulai dari norma-norma yang ia terima yang sesuai dengan Alkitab, sampai kepada tindakan atau perilakunya yang sesuai dengan Alkitab. Ini yang disebut sebagai gerakan sosial. Mengapa hal ini perlu? Seperti yang dikatakan oleh Ihroni di bawah ini:

Individu dalam masyarakat akan mengalami proses sosialisasi agar ia dapat hidup dan bertingkah laku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat di mana individu itu berada. Oleh karena itu penting bagi sosiologi untuk mempelajari sosialisasi, karena tanpa sosialisasi suatu masyarakat tidak dapat berlanjut pada generasi berikutnya. Jadi sosialisasi juga merupakan proses transmisi kebudayaan antar generasi, karena tanpa sosialisasi masyarakat tidak dapat bertahan melebihi satu generasi.[37]

Jika proses sosialisasi dalam norma-norma dan tingkah laku ini gagal diterapkan di dalam masyarakat, maka pemuridan hanya dapat bertahan satu generasi saja. Pada generasi berikutnya, sudah mulai pudar.  Hal ini dapat terlihat dari kisah generasi Yosua, yang hanya dapat beribadah pada Tuhan pada waktu Yosua dan yang seangkatan dengan dia hidup. Lalu generasi berikutnya, hilang dan tidak lagi beribadah kepada Allah (Hakim 2: 7-10).


Last Updated ( Tuesday, 24 August 2010 )
 
< Prev   Next >
 

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Polls

Apa yang paling Anda inginkan ada di website Inti?
 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini44
mod_vvisit_counterKemarin25
mod_vvisit_counterMinggu ini91
mod_vvisit_counterBulan ini188
mod_vvisit_counterSemuanya12966
We have 13 guests online
Free Joomla Templates by JoomlaShine.com