






| Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo |
|
|
|
| Written by Aripin Tambunan | ||||||||||||||||||
| Wednesday, 13 January 2010 | ||||||||||||||||||
Page 14 of 16 Komunitas Sosial Komunitas sosial Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo ini, mengalami pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus di dalam hati mereka. Dampaknya, mereka dimampukan untuk hidup sesuai dengan fitrah mereka sebagai varietas baru baik di dalam gereja maupun dimasyarakat di mana mereka tinggal/ hidup. Jika dilihat dari sudut ilmu sosiologi, perubahan yang dialami varietas baru ini, merupakan perubahan transformasi dalam pola pikir dan dalam perilaku. Hal ini senada dengan apa yang telah didefinisikan oleh Macionis dan Farley, sebagaimana yang dikutip oleh Piotr Sztompka tentang perubahan sosial.[35] Macionis memberikan definisi perubahan sosial sebagai, transformasi dalam organisasi masyarakat, dalam pola berpikir dan dalam perilaku pada waktu tertentu. Sedangkan Farley, memberikan definisi sebagai, perubahan pola perilaku, hubungan sosial, lembaga dan struktur sosial pada waktu tertentu. Jika dilihat dari definisi di atas, maka perubahan sosial yang dihasilkan oleh karena percaya Yesus adalah lebih baik. Karena perubahan yang dialami oleh seorang yang percaya pada Yesus, bukanlah perubahan dalam waktu tertentu. Tetapi perubahan yang terus ke arah yang jauh lebih baik. Baik dalam hal tingkah laku maupun dalam pola pikir. Hal ini pernah dikatakan oleh Rasul Paulus dalam Efesus 4: 22-25: “Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya” Jika ditinjau dari apa yang diungkapkan oleh rasul Paulus ini, maka seharusnya hasil akhir dari proses sosial ini akan lebih mendasar. Sebab proses tersebut merupakan perpalingan 180 derajat atau morphogenesis sebagaimana Buckley menamainya, dalam artian perubahan mendasar. Piotr mengatakan bahwa, morphogenesis ini harus dibedakan dengan proses sosial yang hanya menghasilkan perubahan terbatas, perombakan ulang atau pembentukan ulang tatanan sosial yang sudah ada. Di mana proses tersebut dikenal dengan sebutan proses “reproduksi sederhana”.[36] Varietas baru ini, bukan merupakan reproduksi ulang, tetapi menciptakan kembali, melahirkan kembali. Oleh sebab itu, seharusnya komunitas ini merupakan alat perubahan sosial yang sangat baik. |
||||||||||||||||||
| Last Updated ( Tuesday, 24 August 2010 ) | ||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|