Waktu Hari ini

Statistics

OS: Linux m
PHP: 5.2.9
MySQL: 5.0.92-community-log
Time: 14:41
Caching: Disabled
GZIP: Enabled
Members: 56
News: 151
Web Links: 9
Visitors: 56530

Perkuliahan Christian Leadership Dimulai Tanggal 20 Januari 2012
Selasa, 1 Desember 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 30 November 2009

Selasa, 1 Desember 2009

Melakukan Kewajiban Agama

Matius 6: 1

 

          "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”

 

          Apa itu kewajiban agama? Kewajiban agama merupakan hal-hal yang wajib atau harus dilakukan seorang pemeluk agama. Jadi karena kita Kristen, maka kewajiban agama kita antara lain: berdoa, ibadah, memberi persembahan, berkhotbah, memberi perpuluhan, berpuasa, menolong sesama, dll. Kewajiban ini tidak boleh dilakukan dengan motivasi agar dilihat atau dipuji orang. Sebab jika kita melakukan dengan motivasi seperti itu, maka kita tidak beroleh upah dari Allah. Bukan hanya tidak mendapat upah dari Allah, tetapi kita disamakan dengan orang munafik. Wah…, kasihan…., sudah melakukan kewajiban agama, menolong sesama, sudah berbuat baik, tapi masih disamakan dengan orang munafik. Nah…, agar itu tidak menimpa kita, marilah kita menjalankan kewajiban agama kita dengan satu matovasi (kita mencanangkannya di dalam hati kita agar) Allah disenangkan dan dipermuliakan. Jika ini motivasinya, maka seluruh tindakan melakukan kewajiban agama itu, kita lakukan dengan jujur dan tulus ikhlas. Tidak memiliki motif-motif tersembunyi.

Last Updated ( Friday, 04 December 2009 )
Read more...
 
Senin, 30 Nopember 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 29 November 2009

Senin, 30 Nopember 2009

Akhir Zaman

Lukas 21: 25-26

 

"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.”

 

Akhir zaman memiliki empat tanda-tanda yang harus kita perhatikan dan waspadai, pertama tanda-tanda pada planet-planet seperti,  matahari, bulan, dan bintang-bintang (Lukas 21: 25-26). Matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang (Matius 24: 29). Kitab Wahyu mengambarkan bagaimana keadaan matahari, bulan, dan bintang-bintang seperti berikut ini: “…matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya (Wahyu 6: 12-14).

Last Updated ( Tuesday, 01 December 2009 )
Read more...
 
Minggu. 29 Nopember 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 29 November 2009

Minggu, 29 Nopember 2009

Perhambaan

Galatia 4: 9

 

         “ Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?”

 

        Barangkali kita berpikir bahwa kita sudah menjadi anak-anak Allah ketika kita percaya kepada Allah, sehingga kita tidak lagi diperhamba oleh dosa. Memang betul, seharusnya ketika kita percaya kepada Allah kita tidak diperhamba oleh dosa lagi. Tetapi pada kenyataannya kita sering diperhamba pada tiga sisi yaitu, keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup (1 Johanes 2: 16). Pada hal kita sudah percaya pada Tuhan Yesus. Perhambaan keinginan daging dapat kita lihat manifestasinya melalui, makan secara berlebih, merokok, memuaskan hawa nafsu, pesta pora, dll. Perhambaan melalui keinginan mata dapat kita lihat manifestasinya melalui, menjadi konsumtif, melihat suatu barang dan membelinya walaupun  melampaui kemampuannya.  Perhambaan melalui keangkuhan hidup, dapat kita lihat manifestasinya melalui, membeli barang yang tidak dibutuhkan, tetapi hanya dibutuhkan untuk menjaga gengsi, tidak mau mengaku salah pada hal ia bersalah hanya karena gengsi takut menjadi rendah, dll. Mengapa hal itu dapat menimpa kita, pada hal kita sudah percaya pada Tuhan Yesus? Bukankah kita seharusnya sudah merdeka dari hal-hal tersebut?

Last Updated ( Monday, 30 November 2009 )
Read more...
 
Sabtu, 28 Nopember 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 27 November 2009

Sabtu, 28 Nopember 2009

Orang yang Berbuat Baik, Belum Tentu Orang baik

Markus 14: 44-45

 

“Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat. Dan ketika ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Rabi," lalu mencium Dia.”

 

Perilaku Yudas di atas terlihat baik, ketika ketemu dengan Gurunya, ia mencium-Nya sebagai tanda penghormatan dan rasa sayang. Tetapi perilaku baik itu, ternyata diikuti oleh motivasi yang tidak baik. Motivasinya mencium Yesus hanyalah sebagai tanda, agar orang-orang yang mau menangkap Tuhan Yesus dapat mengenal Tuhan Yesus. Dari hal ini, kita dapat belajar bahwa orang yang berbuat baik, belum tentu orang baik. Jika demikian, bagaimanakah perbuatan baik dapat dikatakan baik dan orang yang melakukannya memang benar-benar baik?

Last Updated ( Sunday, 29 November 2009 )
Read more...
 
Jumat, 27 Nopember 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 26 November 2009

Jumat, 27 Nopember 2009

Seberapa Jauh Anda Mengenal Tuhan

Ayub 1: 1

 

“Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”

 

Bagaimana pengenalan kita akan Tuhan? Jika kita belajar dari kehidupan Ayub, ia diceritakan seorang yang jujur, saleh, takut akan Tuhan, dan menjauhi kejahatan. Ia bahkan menjaga kekudusan seluruh anggota keluarganya, seperti yang tercatat pada teks ini, “Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: ‘Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.’ Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.”

Last Updated ( Sunday, 29 November 2009 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Results 1 - 9 of 30
 
Free Joomla Templates by JoomlaShine.com