Waktu Hari ini

Statistics

OS: Linux m
PHP: 5.2.9
MySQL: 5.0.92-community-log
Time: 14:41
Caching: Disabled
GZIP: Enabled
Members: 56
News: 151
Web Links: 9
Visitors: 56530

Perkuliahan Christian Leadership Dimulai Tanggal 20 Januari 2012
Minggu 1 Nopember 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 31 October 2009

Minggu 1 Nopember 2009

Dekat Tapi Tak Kenal

Lukas 24: 16

 

            “Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.”

 

          Sudah berapa lama kita mengikut Tuhan Yesus, 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun? Apakah kita telah mengenal Yesus dengan baik? Kalau kita lihat pengalaman dua orang murid yang sedang berjalan ke kampung yang bernama Emaus. Mereka telah bertemu dengan Tuhan Yesus, tetapi mereka tidak mengenali-Nya. Bahkan mereka sedang memperbincangkan apa yang dialami Tuhan Yesus. Sampai perjalan berakhir, mereka telah tiba di kampung yang mereka tuju, tetap saja mereka masih belum mengenali siapa Yesus. Bahkan sampai Yesus menegur mereka dengan keras dengan berkata, ‘hai kamu orang bodoh betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi.’ Bukan hanya itu, Yesuspun sampai harus menjelaskan tentang kitab suci kepada mereka, tetapi tetap saja mereka masih belum dapat mengenali Tuhan Yesus. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Last Updated ( Saturday, 21 November 2009 )
Read more...
 
Sabtu 31 Oktober 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 30 October 2009

Sabtu 31 Oktober 2009

Apakah Anda Seorang Kristen?

Filipi 3: 10

 

‘Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya’

 

Apakah kita pernah bertanya untuk memikirkan bagaimana hidup seorang Kristen? Apa yang diinginkannya di dalam hidupnya sebagai seorang Kristen? Dan bagaimana ia harus hidup sebagai seorang Kristen? Bila kita lihat apa yang diutarakan Paulus ini, maka mungkin kita akan terkesima dan tidak mau menjadi seorang Kristen. Betapa tidak, Paulus mengutarakan, bahwa yang dikehendakinya adalah mengenal Yesus di dalam hidupnya. Itu berarti ia harus mencocokkan seluruh tindakan, perilaku hidupnya dengan tindakan dan perilaku Yesus.

Jika kita lihat tindakan-tindakan Yesus yang rela menderita demi kasihnya pada kita orang berdosa, demi kebenaran yang harus dinyatakan, demi keadilan yang harus di tegakkan. Maka kita pun sebagai seorang Kristen harus mengikuti tindakan-tindakan Tuhan Yesus tersebut. Sama seperti teks yang tertulis pada 1 Pet 2: 21 ‘sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.’

Tuhan Yesus telah memberikan teladan bagi kita bagaimana harus hidup menjadi seorang Kristen. Ia menederita, di cacimaki, dihina, diolok-olok, dicambuk, bahkan harus mati di atas kayu salib. Paulus telah melakukan peneladanan itu di dalam hidupnya, dan jika kita lihat akibat peneladanan itu Paulus banyak sekali menderita (baca 2 Korintus 11: 23-28, tentang penderitaan Paulus). Itulah sebabnya ajaran Kekristenan adalah ajaran ‘pikulah salibmu’ salib itu merupakan penderitaan bagi seorang Kristen karena mengikuti kehendak Tuhan.

Last Updated ( Sunday, 01 November 2009 )
Read more...
 
Jumat 30 Oktober 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 29 October 2009

Jumat 30 Oktober 2009

Iman Kita Menyembuhkan Orang Lain

Matius 15: 21-28

 

‘Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh’

 

Pelajaran hari ini bagi kita tentang iman seorang perempuan kanan yang menyelamatkan anaknya yang sedang kerasukan setan dan sangat menderita. Melalui cerita pada teks ini kita mendapatkan bahwa  perempuan kanan memiliki dua keyakinan di dalam dirinya tentang Yesus. Pertama, ia yakin bahwa Yesus sanggup menyembuhkan anaknya yang sedang kerasukan setan dan menderita. Keyakinan ini diwujudkannya dengan dating dan mengajukan permohonan belaskasihan dari Yesus dengan berkata, ‘Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita’ (15: 22).

Last Updated ( Saturday, 31 October 2009 )
Read more...
 
Kamis 29 Oktober 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 28 October 2009

Kamis 29 Oktober 2009

Mau Berubah Kelakuan?

Lukas 19: 10

 

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang”

 

                Hari ini kita belajar dari kehidupan Zakheus, ia adalah kepala pemungut cukai, orang kaya, berbadan pendek, namun ingin melihat Yesus. Ia telah mendengar khabar tentang Yesus, itu sebabnya ia ingin melihat orang apakah Yesus itu. Karena ia sangat ingin melihat Yesus, maka rintangan berupa badan pendek tidak membuatnya putus asa untuk tidak melihat Yesus. Ia naik ke pohon, untuk melihat Yesus. Yesus mengetahui hal tersebut, dan berkata kepada Zakheus, “Zakheus segeralah Turun, sebab hari ini Aku harus menumpang dirumahmu.” Akibat pertemuan ini terjadi mujizat pada Zakheus, tadinya Zakheus adalah seorang pemeras uang orang lain, tidak dermawan, dan memiliki arti nama ‘adil’ tetapi tidak mampu melakukan keadilan. Tiba-tiba ia sadar, insaf akan kelakuannya karena bertemu Yesus, sehingga ia berkata, “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Setelah bertemu Yesus, ia menjadi dermawan, dapat melakukan keadilan sehingga sesuai dengan namanya.             

Last Updated ( Friday, 30 October 2009 )
Read more...
 
Rabu 28 Oktober 2009 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 27 October 2009

Rabu 28 Oktober 2009

Tentukan Sikap Anda Ketika Saudara Anda Menderita.

Nehemia 1: 2-4

 

“Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.  Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,”

    Ketika kita mendengar suatu khabar yang menyedihkan, dengan spontan kita akan berkata, ‘kasihan…’ atau ‘menyedihkan.’  Setelah itu tidak ada tindakan, atau tindak lanjut dari perkataan kita itu. Tetpi tidak demikian dengan Nehemia, walaupun ia ada di dalam posisi yang enak, memiliki kedudukan yang baik dipemerintahan, ia memiliki belas kasihan pada saudara-saudara sebangsanya. Belaskasihan tersebut tidak berhenti hanya pada ucapan, tetapi ia melakukan suatu tindakan konkreit. Marilah kita lihat bagaimana tindakan yang dilakukan oleh Nehemia:

Last Updated ( Thursday, 29 October 2009 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 9 of 18
 
Free Joomla Templates by JoomlaShine.com