<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Joomla! powered Site</title>
		<description>Joomla! site syndication</description>
		<link>http://inti-edu.net</link>
		<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 12:30:32 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<image>
			<url>http://inti-edu.net/images/M_images/joomla_rss.png</url>
			<title>Powered by Joomla!</title>
			<link>http://inti-edu.net</link>
			<description>Joomla! site syndication</description>
		</image>
		<item>
			<title>Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo</title>
			<link>http://inti-edu.net/content/view/149/81/</link>
			<description>Varietas Baru Manusia:  Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo  Oleh  Aripin Tambunan     Pendahuluan            Setelah melihat varietas baru manusia: Homo Ingenium Praeter Impius, yang datang sebagai hasil dari pendidikan modern, maka kini akan diperlihatkan varietas baru manusia: Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo. Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo, adalah manusia genius tetapi percaya kepada Tuhan. Varietas ini lahir sebagai hasil ciptaan baru dari Tuhan. Dimanakah kelebihan manusia baru: Homo Ingenium Praeter Impius dibandingkan dengan Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo? Bisakah manusia baru, Vir Doctus Et Credit Fortiter Deo, lebih unggul dari Homo Ingenium Praeter Impius? Ataukah sebaliknya yang terjadi?</description>
			<category>Artikel - Umum</category>
			<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 09:10:51 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>SPIRITUALITAS HOLISTIK MAZMUR 1</title>
			<link>http://inti-edu.net/content/view/141/81/</link>
			<description>SPIRITUALITAS HOLISTIK MAZMUR 1:   PEMIKIRAN REFLEKTIF    Ery Prasadja      Trilogi Kebahagiaan: Arah Hidup, Tindakan dan Perkataan               Setiap orang ingin memiliki hidup yang berbahagia dan diberkati. Tidak heran jika banyak gereja dan hamba Tuhan, yang kotbah-kotbahnya selalu menjanjikan berkat. Apakah fenomena spiritualitas yang demikian salah? Bukankah fenomena semacam ini menunjukkan dan menjawab kejujuran realita sosial. Sebaiknya, kita tidak terburu-buru untuk men-jatuhkan vonis dan penghakiman. Sesungguhnya, Alkitab sendiri juga menjanjikan begitu banyak berkat bagi manusia. Gereja atau hamba Tuhan yang kotbah-kotbahnya menjanjikan berkat tentu dapat dibenarkan, jika berkat-berkat yang dikotbahkan sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh Alkitab itu sendiri.             </description>
			<category>Artikel - Umum</category>
			<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 09:41:47 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Varietas Baru Manusia</title>
			<link>http://inti-edu.net/content/view/30/81/</link>
			<description>Varietas Baru Manusia    Homo Ingenium Praeter Impius    Oleh   Aripin Tambunan     Pendahuluan                 Apakah Anda pernah memikirkan adanya varietas baru manusia di bumi ini? Varietas baru manusia yang sama sekali berbeda dari kodratnya. varietas ini merupakan hasil evolusi dari manusia tradisi menjadi Homo Ingenium Praeter Impius. Proses evolusi ini belum sempurna hingga kini, meskipun telah dimulai sejak lahirnya abad modern-hingga kini. Masih diperlukan puluhan tahun lagi untuk kesempurnaannya. Proses ini akan menjadi sempurna, bila sistem-sistem yang berlaku di masyarakat saat ini terus mengarah kepada nilai-nilai atau kebenaran-kebenaran empirisme, nihilisme, positivisme, dan pragmatisme terus dipertahankan. Sistem-sistem tersebutlah yang mempercepat proses evolusi itu terjadi.           </description>
			<category>Artikel - Umum</category>
			<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 03:06:32 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Variety of New Humankind</title>
			<link>http://inti-edu.net/content/view/34/81/</link>
			<description>Variety of New Humankind   Homo Ingenium Praeter Impius   By   Aripin Tambunan       Introduction    Had you thought the existence of variety of humankind in this earth? The variety of humankind has a nature that completely different from its original nature. This variety is a result of an evolution that come from the tradition human to become the Homo Ingenium Praeter Impius. This process have been not completed in perfect up today, although it have been started from the early of modern century up today. There will be need a more dozen years to reach its perfection. This process will be perfected. When the systems, which is applying in society up today, continually directed to ward the values or truths that they are contained in empiricism, nihilism, positivism and pragmatism and they are maintained continuously. Thus these systems have an important role to accelerate the evolution process occur.   </description>
			<category>Artikel - Umum</category>
			<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 23:21:17 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Spiritualitas Tanpa Tuhan</title>
			<link>http://inti-edu.net/content/view/31/81/</link>
			<description>Spiritualitas Tanpa Tuhan,    Mungkinkah?   Oleh   Aripin Tambunan       Pendahuluan   Penolakan terhadap eksistensi Tuhan telah dimulai jauh sebelum abad-17, namun intensitasnya semakin kuat dirasakan sejak abad 17 sampai saat ini. Penolakan ini dapat terlihat dari kategori-kategori berikut: Pertama, Kategori kejahatan dan penderitaan. Beberapa orang telah menolak keberadaan Tuhan, karena adanya kejahatan dan penderitaan di dunia ini yang terus berlangsung. Biasanya keberatan mereka adalah sama seperti yang dipertanyakan oleh Fyodor Dostoevski, yaitu: How it is possible for an all-powerful, all good God to permit suffering in the world? (Gould, 1985: 489). B.C. Johnson mengatakan karena ada kejahatan dan penderitaan, maka, &amp;lsquo;&amp;hellip;God Cannot be all good and (by implication) that the God of traditional theism is incoherent&amp;rsquo; (Lawhead, 2003: 106).</description>
			<category>Artikel - Umum</category>
			<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 03:24:10 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>

